Senin, 20 Oktober 2014
Study: Online Learning Outcomes Similar to Classroom Results
10/20/2014 11:36:00 PM
 
No comments
Universities with shrinking budgets could consider online education to save
money.
A recent study shows
similar outcomes between traditional learning and interactive online learning.
Critics of online learning claim that students are exposed to an inferior education when compared to
traditional in-class instruction, but a recent study from Ithaka S+R, a
strategic consulting and research nonprofit, questions this notion.
The report, "Interactive Learning Online at Public Universities:
Evidence from Randomized Trials," notes that students who
utilize interactive online learning—or hybrid learning—produce equivalent, or
better, results than students participating in face-to-face education.
Monitoring 605 college students taking the same introductory
statistics course at six public universities—including the University at Albany—SUNY, SUNY Institute of Technology—Utica/Rome, the University of Maryland—Baltimore County, Towson University, CUNY—Baruch College, and CUNY—City College—during fall 2011, researchers split the
students into two groups. One group completed the course in a traditional
format, while the second group completed an online component complemented with
an hour of in-class instruction each week.
Students were asked to complete a series of tests before and after the
course, and researchers found that "hybrid-format students did perform
slightly better than traditional format students" on outcomes including
final exam scores and overall course pass rates, according to the report.
The report's authors note that while the students who participated in the
hybrid group performed marginally better than students in the traditional group
overall, the differences in learning outcomes are not "statistically
significant" between the two groups. And although the researchers were
able to successfully randomize students in both groups, based on factors
including age, gender, ethnicity, academic background, and family income, they
could not control for differences in teacher quality.
Students learn more from active discussions than from traditional lectures,
and they need instructors who can engage them in the material, notes Diane
Johnson, assistant director of faculty services at the Center for Online
Learning at Florida's St. Leo University, who has spent more than 12 years teaching
online, traditional, and hybrid courses.
"Teacher quality is still a very important part of success in an
online course, but so, too, is the course design," Johnson says.
"Despite the delivery mechanism of the class, faculty members need to show
students they care and that they aren't just a number. The ones that do this
will help students to learn."
With universities facing shrinking budgets, this report may make the case
for higher education professionals to consider plans to implement more courses
with an online component—and to train faculty members to lead these interactive
learning communities.
"Online learning … holds the promise of broadening access to higher
education to more individuals, while also lowering costs for students,"
notes Deanna Marcum, managing director of Ithaka S+R, in the report's preface.
"The results of this study are remarkable; they show comparable learning
outcomes for this basic [statistics] course, with a promise of cost savings and
productivity gains over time."
Simple present tense
10/20/2014 11:30:00 PM
 
No comments
Pengertian
Simple present tense merupakan tense
untuk menyatakan kegiatan atau aktivitas yang sedang berlangsung di masa
sekarang. Simple present tense juga digunakan untuk menyatakan perbuatan atau
aksi yang dilakukan secara berulang.
Rumus
Simple Present Tense
Bentuk Nominal
I/You/We/They + to be
He/She/It + to be
Contoh:
1. I am a boy.
Saya seorang anak laki-laki.
2. He is very rich.
Dia sangat kaya.
3. She is clever.
Dia pandai.
4. They are very strong.
Mereka sangat kuat.
5. We are family.
Kita adalah keluarga.
Bentuk Verbal
I/You/We/They + V1
He/She/It + V1 (s/es)
Contoh:
1. She washes clothes every morning.
Dia mencuci pakaian setiap pagi.
2. Susan goes to the market every
Sunday.
Susan pergi ke pasar setiap hari
Minggu.
3. They study math at school.
Mereka belajar matematika di sekolah.
4. Andi plays guitar.
Andi bermain gitar.
5. We learn together.
Kami belajar bersama.
Aturan
Penambahan -s
Jika kalimat memiliki subjek bentuk
orang ketiga tunggal (he/she/it) dan merupakan kalimat bentuk verbal berbentuk
kalimat berita, maka kata kerja dasar yang digunakan ditambahkan akhiran -s
dengan aturan berikut ini.
1. Kata kerja dasar umumnya ditambah
-s
Contoh:
get => gets = mendapatkan
read => reads = membaca
drink => drinks = minum
2. Kata kerja dasar yang berakhiran
huruf vokal o ditambah -es.
Contoh:
go => goes = pergi
do => does = melakukan
3. Kata kerja dasar yang berakhiran s,
x, sh, dan ch ditambah -es.
Contoh:
pass => passes = melewati
fix => fixes = memperbaiki
wash => washes = mencuci
watch => watches = menonton
4. Kata kerja dasar yang berakhiran
huruf e ditambahkan -s.
Contoh:
use => uses = menggunakan
write => writes = menulis
give => gives = memberi
5. Kata kerja dasar yang berakhiran
huruf y dan didahului huruf vokal ditambahkan -s.
Contoh:
play => plays = bermain
pay => pays = membayar
buy => buys = membeli
6. Kata kerja dasar yang berakhiran
huruf y dan didahului oleh huruf konsonan, y diganti i lalu ditambahkan -es.
Contoh:
study => studies = belajar
reply => replies = membalas
Kalimat Simpe Present Tense Bentuk
Verbal dengan Kata Bantu (can/may/must).Apabila pada kalimat simple present
tense bentuk verbal terdapat kata bantu (can/may/must), maka kata kerja
dasarnya tidak perlu diubah, meski subjeknya orang ketiga tunggal.
Contoh:
1. He can buy a car.
Dia dapat membeli seuah mobil.
2. She must go with her friend.
Dia harus pergi dengan temannya.
Fungsi
Penggunaan Simple Present Tense
– Untuk menyatakan kegiatan yang
menjadi kebiasaan (habitual action).
Contoh:
1. She goes to the market every day.
Dia pergi ke pasar setiap hari.
2. He goes to the office at seven
o’clock.
Dia pergi ke kantor pukul tujuh.
- Untuk menyatakan suatu kebenaran
umum.
Contoh:
1. The ice is cold.
Es itu dingin.
2. The sun rises in the east.
Matahari terbit di timur.
Itulah 2 contoh penggunaan simple
present tense, namun fungsinya tak sebatas hanya dua itu saja.
Simple Present Tense Bentuk Kalimat
Menyangkal (Negative)
Untuk membuat kalimat penyangkalan (negative),
tinggal ditambahkan not atau n’t di belakang to be pada bentuk nominal atau
do/does pada bentuk verbal.
Contoh:
1. Andi is not a teacher.
Andi bukan seorang guru.
2. I am not a singer.
Saya bukan seorang penyanyi.
3. They are not my friends.
Mereka bukan teman-temanku.
4. Lia and Susi do not (don’t) go to
school.
Lia dan Susi tidak pergi ke sekolah.
5. Ina does not (doesn’t) like Robert.
Ina tidak menyukai Robert.
Simple Present Tense Bentuk Kalimat
Tanya (Interrogative)
Untuk membuat kalimat tanya dalam
bentuk simple present tense yaitu dengan menambahkan kata bantu di depan
subjek.
- Bentuk nominal menggunakan to be
(is/am/are).
– Bentuk verbal menggunakan do untuk
subjek I/You/We/They dan does untuk subjek He/She/It.
Contoh:
1. Is he a teacher?
Apakah dia seorang guru?
2. Do you like me?
Apakah kamu menyukaiku?
3. Does Ari study every day?
Apakah Ari belajar setiap hari?
Time Signal (Tanda Waktu)
Berikut ini beberapa contoh tanda
waktu yang dapat digunakan dalam simple present tense.
always = selalu
usually = biasanya
often = seringkali
sometimes = kadang-kadang
ever = pernah
never = tidak pernah
Contoh Kalimat Simple Present Tense
Bentuk Positive, Negative, dan Interrogative.Agar lebih jelas lagi, berikut ini
Admin berikan contoh kalimat simple present tense, baik dalam bentuk positif,
negatif, maupun kalimat tanya.
(+): Ghazali buys a car.
(-): Ghazali doesn’t buy a car.
(?): Does Ghazali buy a car?
(+): Salsabila gets a gift.
(-): Salsabila doesn’t get a gift.
(?): Does Salsabila get a gift?
(+): Shafira and Aisyah go to school
together.
(-): Shafira and Aisyah don’t go to
school together.
(?): Do Shafira and Aisyah go to
school together?
(+): Kayla is a new student.
(-): Kayla is not a new student.
(?): Is Kayla a new student?
(+): They are happy family.
(-): They are not happy family.
(?): Are they happy family?
Sumber: http://www.materibahasainggris.com/simple-present-tense-pengertian-rumus-contoh-kalimat-fungsi/
Jumat, 26 September 2014
Materi Presentasi ISBD kelompok 1 ( Islamic State of Iraq and Syam )
9/26/2014 06:20:00 PM
 
No comments
Rabu, 04 Juni 2014
Sabtu, 03 Mei 2014
Kamis, 06 Maret 2014
IBUKU PAHLAWANKU
3/06/2014 05:46:00 AM
 
1 comment
Ini kisah nyata ibuku yang ku
anggap benar-benar sebagai pahlawan
tanpa tanda jasa. Ibuku yang sebelum melahirkan diriku dulunya merupakan
tamatan SPG (sekolah pendidikan guru) pada jaman dulu profesi guru belum banyak
yang minati karena gaji yang diberikan sangat kecil, tapi ibuku dengan mantap
menjadi guru.. ohhh yaa dulu SPG hampir sama dengan SMA. Waktu lulus SPG ibuku
langsung mengajar di SD atau dulu disebut SR (sekolah rakyat). Karena status
ibuku yang me belum jadi PNS dulu. Ibuku
tidak pernah digaji,, . Ibuku yang dulu bertempat tinggal disewon(rumah kakek
nenek saya) setiap hari hanya naik bus umum untuk ke tempatnya mengajar di SD Jogja
kota. Tiap hari beliau mengeluarkan uang hanya sekedar untuk transport dan
makan. Dan uang tersebut dari uang pribadi ibuku sendiri. Selama lebih kurang
dari 8 tahun ibuku mengajar diSD. Beliiau senang walau tidak mendapat gaji
sedikitpun selama itu. Waktu ada pengangkatan menjadii PNS, Ibuku sebenarnya
dapat diangkat menjadi PNS tapi harus membayar uang yang lumayan banyak. Tapi akhir
nya dia terpaksa memilih berhenti untuk menjadi guru karena adik-adknya, yang
sekarang jadi paman dan bibiku membutuhkan uang untuk sekolah dan makan sedangkan uang dari kakek saya (ayah ibuku)
yang hanya pensiunan veteran tidak bila harus membiayai ibuku dan adhik-adhiknya.
Setelah ibuku berhenti ibuku mulai bekerja menjadi sales produk kecantikan
pernah ia keluar kota untuk menawarkan produknya bahkan dari daerah jawa tengah
dan jawa timur hampir semua pernah didatangi. Pekerjaan sales ibuku ini
berhenti setelah beliau menikah dengan bapakku dan melahirkan diriku, ibuku
mulai banting setir menjadi pedagang keliling dipasar bantu. Ibuku hanya
berjalan kaki menjajakan dagangannya dari pintu ke pintu. Dari aku SD ibuku
selalu berjualan keliling. Ayahku yang hanya buruh tani belum cukup untuk
memenuhi kebutuhan sehari-hari. kemudian aku SMP favorit ibuku masih terus
bekerja untuk membiayai sekolahku sampai lulus SMP.dan aku masuk ke SMK di
bantul kota, masih ibuku berdagang keliling mencari uang dan akhirnya aku lulus
dari SMK, dan atas biaya dari kakakku yang sekarang udah bekerja aku dapat
masuk ke sekolah STMIK di kota yogyakarta. Tapi masih ibuku berdagang , walau
tak sering melakukannya karena tahun kemarin ibuku terkena sakit infeksi
saluran kencing dan harus mondok dirumah sakit. Alhamdullilah sekarang udah
cukup sehat walau juga sering sakit kembali tapi jarang..yang kukagumi dari
ibuku adalah sifat sabar dan saling tolong menolongnya tanpa mementingkan
diri.. ditengah zaman sekarang banyak orang yang selalu mengeluh dengan apa
yang mereka dapatkan didunia tanpa pernah sekali bersyukur kepada-Nya. Bahkan Banyak sekali yang harus hidup serba
kekurangan bahkan kelaparan sampai sakit-sakitan. Kita seolah menutup mata akan hal tersebut..dan tidak mau
membuka mata untuk membantu sesama tanpa pamrih. Sendainya saja hati kita dapat
terbuka untuk membantu tanpa memperdulikan siapa kita dan siapa mereka maka
HIDUP INI AKAN TERASA INDAH.
Langganan:
Postingan (Atom)











