Assalamu'alaikum

Selamat Datang di blog Anin Einstein media belajar Agama dan Teknologi

Tentang Blog

Ini merupakan blog untuk sarana publikasi, komunikasi dan informasi...

Mari Belajar bersama

“"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal". (Q.S. Al-imran ayat 190).”

Manfaat Ilmu

“"Niscaya Allah akan meninggikan beberapa derajat orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat". (Qur’an Al mujadalah 11).”

Untuk Teman-temanku

"Barang siapa yang menghendaki kehidupan dunia maka wajib baginya memiliki ilmu, dan barang siapa yang menghendaki kehidupan Akherat, maka wajib baginya memiliki ilmu, dan barang siapa menghendaki keduanya maka wajib baginya memiliki ilmu”. (HR. Turmudzi)

Pages

Senin, 20 Oktober 2014

Study: Online Learning Outcomes Similar to Classroom Results

Universities with shrinking budgets could consider online education to save money.

A recent study shows similar outcomes between traditional learning and interactive online learning.
By Ryan LytleJuly 25, 2012 | 9:00 a.m. EDT+ More

Critics of online learning claim that students are exposed to an inferior education when compared to traditional in-class instruction, but a recent study from Ithaka S+R, a strategic consulting and research nonprofit, questions this notion.
The report, "Interactive Learning Online at Public Universities: Evidence from Randomized Trials," notes that students who utilize interactive online learning—or hybrid learning—produce equivalent, or better, results than students participating in face-to-face education.
Monitoring 605 college students taking the same introductory statistics course at six public universities—including the University at Albany—SUNY, SUNY Institute of Technology—Utica/Rome, the University of Maryland—Baltimore County, Towson University, CUNY—Baruch College, and CUNY—City College—during fall 2011, researchers split the students into two groups. One group completed the course in a traditional format, while the second group completed an online component complemented with an hour of in-class instruction each week.
Students were asked to complete a series of tests before and after the course, and researchers found that "hybrid-format students did perform slightly better than traditional format students" on outcomes including final exam scores and overall course pass rates, according to the report.
[Learn why blending online and in-class instruction may be most effective.]
The report's authors note that while the students who participated in the hybrid group performed marginally better than students in the traditional group overall, the differences in learning outcomes are not "statistically significant" between the two groups. And although the researchers were able to successfully randomize students in both groups, based on factors including age, gender, ethnicity, academic background, and family income, they could not control for differences in teacher quality.
Students learn more from active discussions than from traditional lectures, and they need instructors who can engage them in the material, notes Diane Johnson, assistant director of faculty services at the Center for Online Learning at Florida's St. Leo University, who has spent more than 12 years teaching online, traditional, and hybrid courses.
"Teacher quality is still a very important part of success in an online course, but so, too, is the course design," Johnson says. "Despite the delivery mechanism of the class, faculty members need to show students they care and that they aren't just a number. The ones that do this will help students to learn."
With universities facing shrinking budgets, this report may make the case for higher education professionals to consider plans to implement more courses with an online component—and to train faculty members to lead these interactive learning communities.
"Online learning … holds the promise of broadening access to higher education to more individuals, while also lowering costs for students," notes Deanna Marcum, managing director of Ithaka S+R, in the report's preface. "The results of this study are remarkable; they show comparable learning outcomes for this basic [statistics] course, with a promise of cost savings and productivity gains over time."



Simple present tense

Pengertian
Simple present tense merupakan tense untuk menyatakan kegiatan atau aktivitas yang sedang berlangsung di masa sekarang. Simple present tense juga digunakan untuk menyatakan perbuatan atau aksi yang dilakukan secara berulang.
Rumus Simple Present Tense
Bentuk Nominal
I/You/We/They + to be
He/She/It + to be
Contoh:
1. I am a boy.
Saya seorang anak laki-laki.
2. He is very rich.
Dia sangat kaya.
3. She is clever.
Dia pandai.
4. They are very strong.
Mereka sangat kuat.
5. We are family.
Kita adalah keluarga.

Bentuk Verbal
I/You/We/They + V1
He/She/It + V1 (s/es)
Contoh:
1. She washes clothes every morning.
Dia mencuci pakaian setiap pagi.
2. Susan goes to the market every Sunday.
Susan pergi ke pasar setiap hari Minggu.
3. They study math at school.
Mereka belajar matematika di sekolah.
4. Andi plays guitar.
Andi bermain gitar.
5. We learn together.
Kami belajar bersama.
Aturan Penambahan -s
Jika kalimat memiliki subjek bentuk orang ketiga tunggal (he/she/it) dan merupakan kalimat bentuk verbal berbentuk kalimat berita, maka kata kerja dasar yang digunakan ditambahkan akhiran -s dengan aturan berikut ini.
1. Kata kerja dasar umumnya ditambah -s
Contoh:
get => gets = mendapatkan
read => reads = membaca
drink => drinks = minum
2. Kata kerja dasar yang berakhiran huruf vokal o ditambah -es.
Contoh:
go => goes = pergi
do => does = melakukan
3. Kata kerja dasar yang berakhiran s, x, sh, dan ch ditambah -es.
Contoh:
pass => passes = melewati
fix => fixes = memperbaiki
wash => washes = mencuci
watch => watches = menonton
4. Kata kerja dasar yang berakhiran huruf e ditambahkan -s.
Contoh:
use => uses = menggunakan
write => writes = menulis
give => gives = memberi
5. Kata kerja dasar yang berakhiran huruf y dan didahului huruf vokal ditambahkan -s.
Contoh:
play => plays = bermain
pay => pays = membayar
buy => buys = membeli
6. Kata kerja dasar yang berakhiran huruf y dan didahului oleh huruf konsonan, y diganti i lalu ditambahkan -es.
Contoh:
study => studies = belajar
reply => replies = membalas
Kalimat Simpe Present Tense Bentuk Verbal dengan Kata Bantu (can/may/must).Apabila pada kalimat simple present tense bentuk verbal terdapat kata bantu (can/may/must), maka kata kerja dasarnya tidak perlu diubah, meski subjeknya orang ketiga tunggal.
Contoh:
1. He can buy a car.
Dia dapat membeli seuah mobil.
2. She must go with her friend.
Dia harus pergi dengan temannya.
Fungsi Penggunaan Simple Present Tense
– Untuk menyatakan kegiatan yang menjadi kebiasaan (habitual action).
Contoh:
1. She goes to the market every day.
Dia pergi ke pasar setiap hari.
2. He goes to the office at seven o’clock.
Dia pergi ke kantor pukul tujuh.
- Untuk menyatakan suatu kebenaran umum.
Contoh:
1. The ice is cold.
   Es itu dingin.
2. The sun rises in the east.
Matahari terbit di timur.
Itulah 2 contoh penggunaan simple present tense, namun fungsinya tak sebatas hanya dua itu saja.
Simple Present Tense Bentuk Kalimat Menyangkal (Negative)
Untuk membuat kalimat penyangkalan (negative), tinggal ditambahkan not atau n’t di belakang to be pada bentuk nominal atau do/does pada bentuk verbal.
Contoh:
1. Andi is not a teacher.
Andi bukan seorang guru.
2. I am not a singer.
Saya bukan seorang penyanyi.
3. They are not my friends.
Mereka bukan teman-temanku.
4. Lia and Susi do not (don’t) go to school.
Lia dan Susi tidak pergi ke sekolah.
5. Ina does not (doesn’t) like Robert.
Ina tidak menyukai Robert.
Simple Present Tense Bentuk Kalimat Tanya (Interrogative)
Untuk membuat kalimat tanya dalam bentuk simple present tense yaitu dengan menambahkan kata bantu di depan subjek.
- Bentuk nominal menggunakan to be (is/am/are).
– Bentuk verbal menggunakan do untuk subjek I/You/We/They dan does untuk subjek He/She/It.
Contoh:
1. Is he a teacher?
Apakah dia seorang guru?
2. Do you like me?
Apakah kamu menyukaiku?
3. Does Ari study every day?
Apakah Ari belajar setiap hari?
Time Signal (Tanda Waktu)
Berikut ini beberapa contoh tanda waktu yang dapat digunakan dalam simple present tense.
always = selalu
usually = biasanya
often = seringkali
sometimes = kadang-kadang
ever = pernah
never = tidak pernah
Contoh Kalimat Simple Present Tense Bentuk Positive, Negative, dan Interrogative.Agar lebih jelas lagi, berikut ini Admin berikan contoh kalimat simple present tense, baik dalam bentuk positif, negatif, maupun kalimat tanya.
(+): Ghazali buys a car.
(-): Ghazali doesn’t buy a car.
(?): Does Ghazali buy a car?

(+): Salsabila gets a gift.
(-): Salsabila doesn’t get a gift.
(?): Does Salsabila get a gift?

(+): Shafira and Aisyah go to school together.
(-): Shafira and Aisyah don’t go to school together.
(?): Do Shafira and Aisyah go to school together?

(+): Kayla is a new student.
(-): Kayla is not a new student.
(?): Is Kayla a new student?

(+): They are happy family.
(-): They are not happy family.
(?): Are they happy family?

Sumber: http://www.materibahasainggris.com/simple-present-tense-pengertian-rumus-contoh-kalimat-fungsi/

Jumat, 26 September 2014

Materi Presentasi ISBD kelompok 1 ( Islamic State of Iraq and Syam )


Rabu, 04 Juni 2014

Keamanan Sistem Dari Luar & Dalam

Manajemen Keluar Masuk


Sabtu, 03 Mei 2014

Tugas Presentasi kelompok 3 : Etika Dunia Maya

Kamis, 06 Maret 2014

IBUKU PAHLAWANKU

Ini kisah nyata ibuku yang ku anggap  benar-benar sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. Ibuku yang sebelum melahirkan diriku dulunya merupakan tamatan SPG (sekolah pendidikan guru) pada jaman dulu profesi guru belum banyak yang minati karena gaji yang diberikan sangat kecil, tapi ibuku dengan mantap menjadi guru.. ohhh yaa dulu SPG hampir sama dengan SMA. Waktu lulus SPG ibuku langsung mengajar di SD atau dulu disebut SR (sekolah rakyat). Karena status ibuku yang  me belum jadi PNS dulu. Ibuku tidak pernah digaji,, . Ibuku yang dulu bertempat tinggal disewon(rumah kakek nenek saya) setiap hari hanya naik bus umum untuk ke tempatnya mengajar di SD Jogja kota. Tiap hari beliau mengeluarkan uang hanya sekedar untuk transport dan makan. Dan uang tersebut dari uang pribadi ibuku sendiri. Selama lebih kurang dari 8 tahun ibuku mengajar diSD. Beliiau senang walau tidak mendapat gaji sedikitpun selama itu. Waktu ada pengangkatan menjadii PNS, Ibuku sebenarnya dapat diangkat menjadi PNS tapi harus membayar uang yang lumayan banyak. Tapi akhir nya dia terpaksa memilih berhenti untuk menjadi guru karena adik-adknya, yang sekarang jadi paman dan bibiku membutuhkan uang untuk sekolah dan makan  sedangkan uang dari kakek saya (ayah ibuku) yang hanya pensiunan veteran tidak bila harus membiayai ibuku dan adhik-adhiknya. Setelah ibuku berhenti ibuku mulai bekerja menjadi sales produk kecantikan pernah ia keluar kota untuk menawarkan produknya bahkan dari daerah jawa tengah dan jawa timur hampir semua pernah didatangi. Pekerjaan sales ibuku ini berhenti setelah beliau menikah dengan bapakku dan melahirkan diriku, ibuku mulai banting setir menjadi pedagang keliling dipasar bantu. Ibuku hanya berjalan kaki menjajakan dagangannya dari pintu ke pintu. Dari aku SD ibuku selalu berjualan keliling. Ayahku yang hanya buruh tani belum cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. kemudian aku SMP favorit ibuku masih terus bekerja untuk membiayai sekolahku sampai lulus SMP.dan aku masuk ke SMK di bantul kota, masih ibuku berdagang keliling mencari uang dan akhirnya aku lulus dari SMK, dan atas biaya dari kakakku yang sekarang udah bekerja aku dapat masuk ke sekolah STMIK di kota yogyakarta. Tapi masih ibuku berdagang , walau tak sering melakukannya karena tahun kemarin ibuku terkena sakit infeksi saluran kencing dan harus mondok dirumah sakit. Alhamdullilah sekarang udah cukup sehat walau juga sering sakit kembali tapi jarang..yang kukagumi dari ibuku adalah sifat sabar dan saling tolong menolongnya tanpa mementingkan diri.. ditengah zaman sekarang banyak orang yang selalu mengeluh dengan apa yang mereka dapatkan didunia tanpa pernah sekali bersyukur kepada-Nya.  Bahkan Banyak sekali yang harus hidup serba kekurangan bahkan kelaparan sampai sakit-sakitan. Kita seolah  menutup mata akan hal tersebut..dan tidak mau membuka mata untuk membantu sesama tanpa pamrih. Sendainya saja hati kita dapat terbuka untuk membantu tanpa memperdulikan siapa kita dan siapa mereka maka HIDUP INI AKAN TERASA INDAH.